Kajian ini mengeksplorasi variasi fonologis antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu Malaysia melalui studi linguistik perbandingan dengan memanfaatkan dialog dari "BoBoiBoy the Movie" sebagai bahan analisis. Pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis kontras diterapkan untuk mengenali perbedaan dalam fonem vokal, konsonan, dan diftong. Temuan dari penelitian ini mengungkap tujuh variasi fonem vokal, lima variasi fonem konsonan, satu variasi fonem diftong, dan dua variasi gabungan fonem vokal-konsonan. Pola sistematis yang teridentifikasi mencakup: (1) dominasi netralisasi schwa (/ə/ menjadi /a/), (2) penurunan vokal tinggi (/i/ menjadi /ɛ/, /u/ menjadi /o/), dan (3) penyederhanaan gugus konsonan (/kh/ menjadi /k/, /f/ menjadi /p/). Kajian fonologi generatif menegaskan bahwa variasi tersebut terletak pada aturan transformasi yang terstruktur, bukan variasi yang bersifat acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia cenderung mengadopsi bentuk fonologis yang lebih akustik stabil dan efisien dalam pengucapan, sementara Bahasa Melayu Malaysia lebih memilih bentuk yang lebih rumit. Penelitian ini memberikan sumbangan teoritis dalam studi linguistik perbandingan serta relevansi praktis bagi pengajaran bahasa dan adaptasi media audiovisual antara bahasa-bahasa seakar.
Copyrights © 2025