Stunting dan anemia pada remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang dapat berdampak jangka panjang terhadap kualitas generasi mendatang. Upaya promotif dan preventif melalui pembentukan Posyandu Remaja dinilai strategis dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan remaja menjaga kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan kader Posyandu Remaja serta edukasi terkait anemia dan stunting kepada remaja di Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Kegiatan dilaksanakan pada Januari 2024 dalam bentuk pengabdian masyarakat dengan desain deskriptif kuantitatif partisipatoris. Sebanyak 23 remaja usia 10–24 tahun dari 17 RW yang direkrut sebagai calon kader. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan post-test, serta pemeriksaan kesehatan fisik seperti berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, lingkar perut, tekanan darah, kadar hemoglobin, dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan sebesar 87%. Tujuh peserta mengalami anemia ringan-sedang, dan sebagian lainnya memiliki statis gizi tidak normal. Mayoritas peserta mampu melakukan simulasi pemeriksaan kesehatan dasar secara mandiri dengan bimbingan. Kegiatan ini meningkatkan kapasitas remaja sebagai kader kesehatan komunitas dalam mendeteksi anemia dan pencegahan stunting, serta memperkuat literasi kesehatan di tingkat desa. Program ini direkomendasikan untuk dikembangkan secara berkelanjutan dan direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.
Copyrights © 2025