Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di SMA Islam Az-Zahrah Palembang dari perspektif filsafat dan sosiologi pendidikan Islam. Tujuannya mengidentifikasi internalisasi nilai-nilai mahabbah dan konsep insan kamil sebagai landasan filosofis KBC, serta menganalisis dampak dinamika interaksi sosial warga sekolah. Penelitiannya menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus untuk mendapatkan pemahaman holistik dan kontekstual mengenai fenomena KBC di lokasi studi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen, kemudian dianalisis dengan kerangka teoritis filsafat mahabbah (Al-Ghazali dan Ibn Sina) untuk menggali dimensi normatif-spiritual, dan teori sosiologi (Interaksionisme Simbolik dan Fungsionalisme) untuk membedah dimensi empiris-kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KBC secara efektif menetapkan mahabbah sebagai fondasi spiritual pendidikan, yang mentransformasi peran pendidik dan strategi pembelajaran menuju orientasi afektif-spiritual. Implementasi KBC menciptakan relasi guru-siswa yang egaliter, memperkuat kohesivitas sosial melalui proyek bersama, dan meningkatkan kemitraan sekolah-orang tua. Analisis menegaskan bahwa filsafat memberikan kedalaman normatif (apa yang seharusnya dicapai), sementara sosiologi menyediakan bukti empiris mengenai perubahan budaya sekolah yang religius, kohesif, dan adaptif.
Copyrights © 2025