Observasi ini dilakukan di Sekolah Khusus (SKH) Korpri Pandeglang guna memahami proses pembelajaran dan interaksi sosial anak-anak berkebutuhan khusus. Fokus observasi diarahkan pada siswa-siswa dengan kebutuhan khusus seperti ADHD dan tunagrahita. Melalui interaksi langsung dan pendampingan belajar, diperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai pendekatan pengajaran yang digunakan guru serta respon anak terhadap pembelajaran. Observasi berlangsung selama delapan kali pertemuan dari April hingga Mei 2025. Hasil observasi menunjukkan bahwa pendekatan yang sabar, menyenangkan, dan apresiatif sangat penting dalam menjalin hubungan positif serta mendorong semangat belajar siswa ABK. Pengalaman ini memperkaya pemahaman penulis terhadap pendidikan inklusif dan pentingnya empati dalam proses belajar-mengajar.
Copyrights © 2025