Penelitian ini membahas mengenai impor pakaian bekas di Indonesia menyoroti beberapa isu krusial. Fokus utamanya adalah dampak terhadap industri tekstil lokal, termasuk persaingan tidak sehat dan risiko merugikan pertumbuhan sektor dalam negeri. Aspek regulasi dan penegakan hukum terkait impor pakaian bekas juga menjadi perhatian, terutama dalam mengatasi impor ilegal. Implikasi terhadap kesejahteraan sosial dan ekonomi menjadi fokus, dengan penelitian yang mendalam tentang perilaku konsumen terkait pakaian bekas, memahami dinamika pasar dan respon konsumen terhadap tren impor.Dengan menggunakan metode studi literatur dan pendekatan teoretis mencakup kedaulatan ekonomi, mengeksplorasi sejauh mana negara dapat mencapai kedaulatan ekonomi dalam industri tekstil. Ketergantungan pada impor pakaian bekas memunculkan isu krusial tentang kedaulatan ekonomi dan dampak jangka panjangnya. Penelitian ini berpotensi memberikan solusi atau inovasi, baik dalam bentuk saran kebijakan, inisiatif industri, atau perubahan perilaku konsumen untuk mendukung perkembangan positif dalam sektor fesyen. Hasil pada penelitian ini menemukan penguatan pertahanan negara melalui kebijakan fesyen melibatkan aspek identitas dan industri dalam negeri. Langkah-langkah seperti pemilihan seragam militer, peningkatan produksi tekstil lokal, dan penggunaan simbol-simbol nasional dalam desain dapat meningkatkan efektivitas kebijakan ini. Dengan demikian, kebijakan fesyen dapat menjadi alat yang kuat dalam mendukung pertahanan negara, memperkuat kemandirian, dan membangun kesadaran akan peran fesyen dalam konteks pertahanan.
Copyrights © 2024