Sektor pendidikan merupakan salah satu sektor yang mengalami kerugian dan dampak buruk dari bencana, terutama ketika bencana terjadi selama jam sekolah. Korban terbesar adalah siswa, yang merupakan aset masa depan negara. Selain itu, bencana dapat menyebabkan kerusakan pada proses pembelajaran, fasilitas sekolah, dan dokumen sekolah. Oleh sebab itu, setiap sekolah di Indonesia harus memberikan pendidikan tentang pengurangan risiko bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang berarti mendeskripsikan dan menguraikan langkah-langkah yang diambil untuk mengurangi risiko bencana di sekolah melalui penerapan program satuan pendidikan aman bencana. Langkah untuk mendeskripsikan dan menguraikan data dengan mengambil pendapat beberapa ahli. Dari penelitian ini dapat disimpulkan penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) menjadi sangat penting untuk dilakukan di sekolah karena mampu meningkatkan pemahaman warga sekolah tentang hal-hal yang terkait dengan bencana. Berbagai jenis kegiatan yang berkaiitan dengan SPAB perlu dilakukan untuk meningkatkan literasi dan mengurangi dampak bencana bagi anak usia sekolah.
Copyrights © 2024