Setiap orang memiliki hak untuk melakukan banyak hal sesuai kehendaknya, memiliki pandangan hidupnya masing-masing, namun situasi tersebut tidak dapat diperoleh karena setiap orang dalam konteks ini adalah masyarakat terperangkap oleh ideologi-ideologi besar yang berkuasa (mendominasi). Sastra sebagai alat pemersatu kekuatan-kekuatan sosial dan pertarungan kelompok subordinat (kaum bawah) untuk melakukan perlawanan terhadap tindakan politik yang menawarkan ideologi-ideologi tertentu. Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah menjelaskan ideologi-ideologi yang hidup di masyarakat, termasuk ideologi dominan, yang berkaitan dengan pola pikir dan pola perilaku masyarakat dalam karya sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang berfokus pada analisis isi dengan menggunakan teori hegemoni Gramsci. Hasil penelitian ini adalah tokoh Sapar bukan counter-hegemonik atas ideologi kapitalisme (berkuasa), tetapi melalui Sapar, Hasan mencoba untuk menegosiasikan agar ideologi kapitalisme menjadi ideologi kapitalisme yang sosialis dan humanis, yaitu kapitalis yang memandang manusia sebagai makhluk bermartabat dan makhluk sosial, berhak mendapatkan hak-hak yang seharusnya diperoleh.
Copyrights © 2025