Penelitian ini membahas tentang perencanaan proyek pembangunan Wisma Saddang, yang didesain menggunakan metode Building Information Modeling (BIM) dalam Detail Engineering Design (DED) dimana sebelumnya telah dirancang menggunakan metode konvensional terhadap shop drawing proyek pembangunan Wisma Saddang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan metode Building Information Modeling (BIM) dalam Detail Engineering Design (DED) serta perbedaan antara metode Building Information Modeling (BIM) dan metode konvensional terhadap perencanaan kolom dan balok (Gambar Detail dan Volume Struktur). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode literatur dan kuantitatif. Metode literatur digunakan dengan cara mengidentifikasi dan mengolah data terkait dengan penelitian ini dengan menggunakan standar peraturan yang dibutuhkan, sedangkan metode kuantitatif adalah pendekatan penelitian yang mengumpulkan data dalam bentuk angka atau menerapkan pengukuran kualitatif yang dapat diubah menjadi data angka. Hasil yang diperoleh yaitu perbedaan pada nilai-nilai parameter yang berdampak pada perbedaan kebutuhan volume beton sebesar 3,18% dan kebutuhan volume tulangan sebesar 6,35% dan perbedaan dari aspek design, kolaborasi, dan visualisasi. Metode BIM lebih efisien dibanding metode konvensional.
Copyrights © 2025