Masyarakat Kampung Nelayan Pesisir Timur Kalisari Surabaya mayoritas memilih mata pencaharian sebagai nelayan karena lokasi perkampungan tempat mereka tinggal yang merupakan wilayah yang berdekatan pesisir pantai timur Surabaya. Nelayan-nelayan di wilayah ini setiap hari melaut dengan hasil tangkapan udang sebanyak 5-20 kg per hari. Pada kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini penjualan udang hasil tangkapan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Sebagai akibatnya udang yang tidak laku dijual harus disimpan kembali di rumah. Hal ini kemudian akan menjadi masalah ketika tidak semua penjual udang memiliki alat pendingin atau tempat penyimpanan dengan suhu tertentu yang sesuai untuk tempat mengawetkan udang. Karena itu perlu dipikirkan alternatif lain untuk mengolah udang segar menjadi produk lain yang layak jual dan diharapkan memberikan keuntungan yang lebih baik bagi masyarakat nelayan. Salah satu alternatif yang dilakukan adalah mengolah udang dengan berbagai ukuran yang ada menjadi sebuah produk makanan olahan, diantaranya adalah produk dimsum dan nuget udang. Alternatif ini dipilih dengan pertimbangan bahan yang mudah didapat, tidak memerlukan peralatan yang rumit dan mudah dipelajari oleh ibu-ibu para pedagang udang yang menjual hasil tangkapan para suami yang nelayan. Kata Kunci: dimsum,kalisari,nelayan,nuget,udang
Copyrights © 2024