Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kesalahan berbahasa pada pidato mahasiswa MPBI-UMS yang memerankan diri sebagai kepala daerah terpilih Kabupaten Kuningan. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan contoh dilakukan dengan metode rekam, simak, transkripsi dan catat. Terdapat 4 tahap dalam teknik analisis contoh yaitu: (1) identifikasi; (2) kategorisasi; (3) penyajian contoh; dan (4) penarikan kesimpulan. Sumber contoh penelitian ini ialah transkripsi teks dari rekaman pidato impromtu Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Surakarta yang berperan menjadi Kepala Daerah Terpilih Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dengan inisal RSM. Validitas contoh dilakukan dengan melakukan pemutaran ulang video rekaman pidato dan pencocokan transkrip teks pidato tersebut. Ditemukan hasil bahwa terdapat 41 kesalahan berbahasa dalam 3 bidang yang meliputi: (1) 14 kesalahan fonologi, terdiri dari 6 kesalahan dalam melafalkan fonem, 7 kesalahan dalam penggunaan ejaan berupa penggunaan huruf kapital, 1 kesalahan penggunaan tanda baca (tanda pisah-); (2) kesalahan sintaksis terdiri dari 17 kata mubazir; 7 kata serapan yang digunakan dalam kalimat, 1 kalimat yang tidak jelas; (3) Kesalahan morfologi meliputi 1 kesalahan penulisan afiks berupa prefiks Me(N), dan 1 penghilangan imbuhan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kesalahan yang dominan adalah kesalahan fonologi yang disebabkan karena faktor asal daerah penutur yang berasal dari Sunda.
Copyrights © 2025