Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi anak penderita retardasi mental, peran orang tua, serta pengaruh LAD terhadap kemampuan berbahasa anak. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif studi kasus dengan menggunakan model Miles dan Huberman dimana melalui beberapa tahan mulai dari merangkum data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menemukan bahwa anak yang menderita retardasi mental memang benar akan mengalami gangguan berbahasa, hal ini disebabkan melalui faktor internal dan faktor eksternal sehingga dibutuhkan bantuan orangtua dan lingkungan sekitar untuk membantu anak tersebut berkomunikasi dan menerima informasi dalam ruang lingkup kebahasaan. Pada kasus IK ditemukan bukti konkrit mengenai permasalahan keterbatasan perkembangan intelektual dan fisik penderita retardasi mental. Pentingnya peran orang tua dan lingkungan sekitar adalah urgensi dari penyelesaian masalah yang dialami oleh penderita sehingga di masa yang akan datang diharapkan terciptanya media pembelajaran bagi penderita retardasi mental yang sesuai dengan indikator penderita retardasi mental.
Copyrights © 2025