Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang berada di daerah Kecamatan Kertajati memberikan peluang besar bagi masyarakat untuk meningkatkan sosial ekonomi melalui beragam usaha dan inovasi yang mendukung keberadaan bandara. Namun kenyataannya pembangunan BIJB mengakibatkan alih fungsi lahan seluas 7.500 Ha yang semula lahan sawah (pertanian) menjadi lahan bandara. Mengakibatkan alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian berdampak terhadap kondisi sosial ekonomi rumah tangga petani di Kertajati berupa hilangnya kesempatan kerja di bidang pertanian 197,2 HKP/ha/tahun (Rp 12.205.397,-/ha/tahun). Potensi kehilangan produksi padi sebesar 12,85 ton/ha/tahun (Rp 59.775.338,-/ha/tahun). Rata-rata kehilangan pendapatan responden dari usaha tani padi sebesar Rp 38.598.962,-/ha/tahun dan rata-rata kehilangan penghasilan sebesar Rp 3.990.223,-/tahun. Kondisi tersebut kalau dibiarkan dapat menimbulkan ketidakadilan ekonomi, kehilangan mata pencaharian dan melahirkan pengangguran baru. Hal tersebut kalau dibiarkan bisa mengakibatkan kehidupan sosial masyarakat mengalami frustasi yang sangat akut. Menyiasati hal itu Tim Pengabdian Masyarakat akan memberikan pembinaan jiwa wirausaha sekaligus memberikan keterampilan berupa mengolah limbah kulit semangka inul menjadi bahan dasar pembuatan selai dan permen jely. Alasan mengambil bahan dasar kulit semangka inul, karena daerah-daerah sekitar Desa Bantarjati adalah penghasil semangka inul dengan kualitas sangat baik. Program pengabdian kepada masyarakat ini diyakini menjadi solusi nyata bagi peningkatan pendapatan masyakat dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan melalui inovasi mengubah limbah kulit semangka inul menjadi produk ekonomis.
Copyrights © 2022