Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan alasan para petani mempekerjakan anak untuk membantu orang tua dalam membajak sawah dan faktor-faktor pendorong orang tua mempekerjakan anak untuk mengolah lahan pertanian. Masalah dalam penelitian ini adalah untuk melihat dan menjelaskan tentang budaya memepekerjakan anak dikebun yang dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat atau keluarga petani di desa Langkumapo dengan fokus penelitian yaitu mengapa petani memiliki budaya membiarkan anaknya bekerja di kebun dan Faktor apa saja yang membuat anak petani tetap berkebun. Dengan menggunakan metode peneltian kualitatif dengan teknik pengumulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi sehingga hasil penelitian ini adalah petani di desa Langkumapo mempekerjakan anak di bawah umur untuk mengolah lahan pertanian dengan alasan karena untuk melatih serta membiasakan anak-anak bekerja mebantu orang tua dan menjadi pribadi yang mandiri, mempekerjakan anak dikebun sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan secara turun temurun oleh para orang tua dimana ana-anak harus tau bekerja di kebun sehingga kedepannya mereka terbiasa juga tidak akan kewalahan mengolah lahan mereka sendiri nantinya. Faktor-faktor yang membuat orang tua mempekerjakan anak-anak dikebun adalah karena keadaan ekonomi yang kurang baik atau rendah dan kebutuhan anak-anak yang setiap harinya semakin tinggi serta anak-anak yang harus bergantian untuk sekolah sehingga orang tua tidak berat untuk membiayai anak-anaknya dan juga bisa membantu menghemat pengeluaran mereka.
Copyrights © 2024