Jalan merupakan prasarana transportasi yang sangat berperan penting dalam mengalirkan arus lalu lintas. Jalan Banda Aceh – Medan KM 205+000 sampai dengan KM 210+000 merupakan jalan arteri atau jalan nasional yang sering dilalui oleh kendaraan berat. Ruas jalan yang ditinjau sepanjang 5 kilometer dimana kendaraan berat sering melewati jalan tersebut dan mengakibatkan kerusakan pada permukan jalan. Penilaian kondisi permukaan jalan merupakan salah satu tahapan untuk menentukan jenis program evaluasi yang perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai kondisi perkerasan lentur jalan, jenis kerusakan dan volume kerusakan. Dua metode yang digunakan dalam melakukan penilaian kondisi jalan adalah metode Pavment Condition Index (PCI) dan metode Bina Marga. Jenis kerusakan yang terdapat pada Jalan Banda Aceh - Medan KM 205+000 – 210+000 antara lain retak halus, retak memanjang, retak blok, retak kulit buaya, pelepasan butiran, amblas, lubang, dan tambalan. Hasil evaluasi kondisi ruas jalan dengan metode PCI dan Bina Marga menghasilkan penilaian yang relatif sama, yaitu kondisi ruas jalan yang perlu dilakukan rekonstruksi adalah pada KM 205+000 – KM 208+000, sedangkan untuk KM 209+000 – KM210+000 masih dalam kondisi wajar namun memerlukan pemeliharaan rutin. Berdasarkan nilaikondisi perkerasan jalan tersebut maka di dapatkan biaya perbaikan sebesar Rp.10.995.423.000.00,- (Sepuluh Milyar Sembilan Ratus Sembilan Puluh Lima Juta Empat Ratus Dua Puluh Tiga Ribu Rupiah). Kata Kunci : Pavement Condition Index (PCI), Bina Marga, kerusakan jalan
Copyrights © 2020