Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory
Vol. 1 No. 3 (2023): Legal Development of Local Business Transactions and Contemporary Law in Indone

Kedudukan Hukum Waris Anak zina Di Indonesia

Misbahuddin (Unknown)
Gusti Muzainah (Unknown)
Wahidah (Unknown)



Article Info

Publish Date
05 Dec 2023

Abstract

Abstract That human life has a limited time. If you have reached the end of life with the arrival of death, in unusual circumstances, where when a person dies, and he has children born outside of legal marriage or adultery. - In this case Islamic Law, Civil Code data, Marriage Law and as well customary law has significant differences. This difference stems from the differences in each legal system in viewing sex relations outside of marriage, whether it can be classified as adultery or not, and the position of adultery children as children in the family. Natural child,-The type of this research is normative with library research. The results of this study indicate that adultery children will obtain civil rights against their biological father if they receive a termaq (confession) from their biological father as adjusted by Ibnu Taimiah and this has been accommodated in the Civil Code and Customary Law and in line with Constitutional Court Decision Number 46 /PUU-VIII/2010. Keywords: Inheritance of adulteress, Pluralism of Inheritance Law Abstrak Bahwa kehidupan manusia memiliki keterbatasan waktu. Apabila telah sampai pada batas akhir kehidupan dengan datangnya kematian, dalam keadaan tidak biasa, dimana ketika seseorang meninggal dunia, dan dia memiliki anak yang lahir diluar perkawinan yang sah atau anak zina.- Dalam hal ini Hukum Islam, Kuhperdata , UU Perkawina serta hukum adat memiliki perbedaan yang signifikan. Perbedaan ini bertitik tolak dari perbedaan masing‐ masing sistem hukum dalam memandang hubungan seks di luar nikah, apakah dapat dikategorikan sebagai suatu perzinahan atau tidak,dan mendudukan anak zina sebagi anak dalam keluarga, Adanya perbedaan mengenai hal ini sangat lah jelas menimbulkan perbedaan implikasi hukum untuk selanjutnya terhadap kewarisan anak zina,- Jenis penelitian ini adalah Normatif dengan penelitian kepustakaan (library research), Dalam penelitian ini penulis menggali kedudukan hukum waris anak zina baik yang terdapat dalam hukum Islam, hukum postif dan hukum adat,- Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya anak zina akan memperoleh hak keperdataan terhadap ayah bilogisnya apabila mendapatkan Istilahaq ( Pengakuan ) dari ayah biologisnya sebagaimana yang diungkapkan kan oleh Ibnu Taimiah dan hal tersebut ternyata sudah diakomodir dalam KUH Perdata dan Hukum adat serta selaras dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010. Kata Kunci :Waris anak zina, Pluralisme Hukum Waris

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

IJIJEL

Publisher

Subject

Religion Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

The Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory (IJIJEL) is a peer-reviewed academic journal that focuses on advancing research in Islamic jurisprudence, economics, and legal theory within the Indonesian context. Published quarterly (March, June, September, and December), ...