Latar Belakang: Pertumbuhan dan perkembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sangat penting untuk keberlanjutan ekonomi daerah dan nasional. Namun, upaya pemerintah untuk mendukung UKM seringkali terkendala oleh sumber daya yang terbatas. Menanggapi tantangan ini, pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan telah muncul sebagai strategi alternatif untuk meningkatkan daya saing UKM, terutama melalui transformasi digital. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pemerintah pusat dalam mendukung pengembangan UKM di Kota Tasikmalaya melalui inisiatif pemasaran digital kolaboratif yang melibatkan lembaga pendidikan dan instansi pemerintah daerah. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis program kolaboratif yang melibatkan pemerintah pusat, SMKN 1 Tasikmalaya, dan Departemen Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM. Satuan tugas khusus dibentuk untuk mengimplementasikan inisiatif pemasaran digital untuk lebih dari 50 UKM di Tasikmalaya. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan analisis pemangku kepentingan untuk menilai dampak program. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa inisiatif pemasaran digital kolaboratif berkontribusi positif untuk meningkatkan daya saing UKM dan memperluas jangkauan pasar. Keterlibatan lembaga pendidikan memperkuat kapasitas teknis, sementara koordinasi pemerintah meningkatkan efektivitas program. Hasilnya menyoroti urgensi dan manfaat nyata dari kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat transformasi digital UKM. Kesimpulan: Kolaborasi antara lembaga pemerintah, organisasi pendidikan, dan lembaga lokal memainkan peran penting dalam mendorong keberlanjutan UKM melalui transformasi digital. Model ini menunjukkan potensi replikasi yang kuat di wilayah lain dan menawarkan pendekatan inklusif untuk memperkuat UKM di tingkat regional dan nasional.
Copyrights © 2024