Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS
Vol. 8 No. 2 (2025): Oktober

Modal Sosial Masyarakat Hindu dalam Pelaksanaan Tradisi Upacara Ngaben (Studi Kasus: Desa Tri Marta Jaya Kecamatan Madang Suku III Kabupaten OKU Timur)

Aisyah Mustika Janah (Unknown)
Lestari, Puji (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Oct 2025

Abstract

Penelitian ini akan berfokus pada modal sosial yang terjadi dalam masyarakat hindu pada saat upacara Ngaben. Dari adanya tradisi upacara Ngaben ini muncul berbagai unsur dalam  modal sosial dalam masyarakat. Hal inilah yang  menarik untuk diteliti, karena dengan adanya tradisi upacara Ngaben maka secara otomatis akan banyak unsur-unsur modal sosial yang muncul dan berdampak dalam pelaksanaan upacara Ngaben secara kesinambungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji validitas data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Landasan teori yang digunakan dalam pelitian ini adalah teori modal sosial Jousairi Hassbullah dan Michael Woolcock. Hasil penelitain ini menunjukkan bahwa dalam masyarakat Hindu ini memiliki modal sosial yang kuat dan solidaritas tinggi yang ditandai dengan adanya kerjasama dan gotong-royong dalam upacara Ngaben. Hal ini juga buktikan dengan adanya keterlibatan organisasi Sekaa Teruna Teruni yang menjadi wadah dan sarana masyarakat dalam mengeratkan hubungan kekerabatan dan menjalin jaringan dengan lingkungan luar yang memiliki perbedaan kepentingan. Unsur-unsur modal sosial dalam masyarakat Hindu meliputi 1) partisipasi masyarakat; 2) hubungan antar masyarakat dan organisasi Sekaa Teruna Teruni; 3) nilai dan norma dalam upacara Ngaben; 4) serta kepercayaan masyarakat hindu dengan adanya upacara Ngaben.    This study focuses on the social capital within Hindu communities during the Ngaben ceremony. Various elements of social capital emerge from this traditional ceremony, making it a compelling subject of research. The Ngaben tradition inherently generates numerous aspects of social capital, influencing the sustainable implementation of the ceremony. The research employs a descriptive qualitative method. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Data validation involves data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The theoretical framework is based on the social capital theories of Jousairi Hassbullah and Michele Woolcock. The findings indicate that Hindu communities possess strong social capital and high solidarity, as evidenced by collaboration and mutual assistance during the Ngaben ceremony. This is further supported by the active role of the Sekaa Teruna Teruni organization, which serves as a platform for fostering kinship and building networks with external parties with different interests. Elements of social capital identified within Hindu communities include 1) Community participation; 2) Relationships between community members and the Sekaa Teruna Teruni organization; 3) Values and norms observed during the Ngaben ceremony; 4) Trust within the Hindu community regarding the significance of the Ngaben ceremony.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

sosiolium

Publisher

Subject

Education

Description

This journal provides space for academic and critical thinking to explore social studies learning (Pendidikan IPS--Junior high school course). Subjects suitable for publication include but not limited to; - Social studies Education (Pendidikan IPS--Junior high school course) - Learning media issues ...