Penelitian ini mengkaji krisis akurasi dalam terjemahan Arab-Indonesia di era digital kontemporer, dengan fokus pada tantangan yang muncul dari interaksi antara metodologi penerjemahan tradisional dan tuntutan komunikasi digital yang serba cepat. Latar belakang penelitian ini didorong oleh observasi akan maraknya ketidakakuratan dalam terjemahan Arab-Indonesia yang tersedia di berbagai platform digital, menimbulkan potensi kesalahpahaman informasi yang signifikan. Kurangnya studi komprehensif yang menelaah akar permasalahan ini, terutama dari perspektif metodologi tarjamah, menggarisbawahi urgensi penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk-bentuk ketidakakuratan yang paling dominan dalam terjemahan teks Arab ke dalam bahasa Indonesia pada platform digital kontemporer, menganalisis sejauh mana metodologi tarjamah tradisional berkontribusi terhadap krisis akurasi ini, dan merumuskan pendekatan metodologis kontemporer yang dapat diadopsi untuk meningkatkan akurasi terjemahan Arab-Indonesia dalam konteks komunikasi digital. Penelitian ini menggunakan metode telaah kritis kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui analisis korpus terjemahan Arab-Indonesia dari berbagai platform digital populer, dilengkapi dengan tinjauan literatur komprehensif mengenai teori dan metodologi penerjemahan, baik tradisional maupun kontemporer. Analisis data melibatkan identifikasi pola-pola ketidakakuratan, pembandingan dengan prinsip-prinsip metodologi tarjamah, dan sintesis pendekatan inovatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakakuratan dominan meliputi kesalahan leksikal, sintaksis, pragmatis, dan kultural, yang sering kali diperparah oleh keterbatasan pemahaman kontekstual dan nuansa budaya. Metodologi tarjamah tradisional, meskipun memiliki fondasi kuat, terbukti kurang adaptif terhadap dinamika dan volume teks digital, terutama dalam hal kecepatan, diversitas genre, dan pemanfaatan teknologi. Berdasarkan temuan ini, kesimpulan penelitian merekomendasikan adopsi pendekatan metodologis kontemporer yang mengintegrasikan kecerdasan buatan, penerjemahan berbasis korpus, dan pemahaman lintas budaya yang mendalam, serta menekankan pentingnya pengembangan kompetensi penerjemah yang tidak hanya menguasai bahasa tetapi juga teknologi dan konteks digital
Copyrights © 2025