Gagasan Eco Airport mencakup perancangan, pengembangan, dan pengoperasian bandara dengan tujuan membangun fasilitas dan infrastruktur transportasi yang berkelanjutan secara ekologis baik di dalam bandara maupun di sekitarnya. Bandara I Gusti Ngurah Rai mendapat penghargaan sebagai bandara terbaik ketiga di dunia untuk kategori bandara berkapasitas 15—25 juta penumpang per tahun, menurut survei Airport Service Quality (ASQ) oleh Airport Council International (ACI). Penelitian ini dimaksudkan guna untuk mengkaji dampak langsung dan tidak langsung dari pengawasan dan pengendalian oleh PT Angkasa Pura Indonesia terhadap pelaksanaan Eco Airport, yang dimediasi oleh kualitas sumber daya manusia di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan survei. Partisipan dalam tesis ini ialah seluruh personel PT Angkasa Pura Indonesia di Bandara I Gusti Ngurah Rai yang terkait dengan Eco Airport. Metode sampel yang dipergunakan ialah purposive sample, dengan mempergunakan saturation sampling dengan jumlah responden sebanyak 60 orang. Metode pengumpulan data mempergunakan kuesioner yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Penelitian ini mempergunakan teknik analisis jalur SEM dengan mempergunakan perangkat lunak Smart Partial Least Square (PLS) versi 3.2.9. Temuan studi ini mendapati bila pengawasan dan pengendalian oleh PT Angkasa Pura Indonesia terhadap penerapan Eco Airport secara langsung maupun tidak langsung yang dimediasi oleh kualitas sumber daya manusia di Bandara I Gusti Ngurah Rai memengaruhi positif dan substansial.
Copyrights © 2025