Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh upah minimum di Sulawesi terhadap penyerapan tenaga kerja dan kesejahteraan masyarakat. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS). Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effects Model. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh negatif yang signifikan sebesar -0,612971 antara upah minimum provinsi dan tingkat pengangguran terbuka. Koefisien determinasi sebesar 0,896 menunjukkan bahwa 89,6% variasi tingkat pengangguran terbuka dapat dijelaskan oleh upah minimum. Dampak kebijakan upah minimum dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti elastisitas permintaan tenaga kerja, struktur pasar tenaga kerja, dan kemampuan perusahaan untuk menanggung biaya tambahan akibat kenaikan upah. Sementara itu, upah minimum provinsi memiliki pengaruh positif yang signifikan sebesar 3,411923 terhadap kesejahteraan masyarakat. Koefisien determinasi sebesar 0,984 menunjukkan bahwa 98,4% variasi kesejahteraan masyarakat dapat dijelaskan oleh upah minimum. Menunjukkan bahwa upah minimum yang memadai sangat penting untuk memenuhi kebutuhan dasar, seperti pangan, sandang, dan kebutuhan rumah tangga.Kata Kunci: Upah Minimum; TPT; Kesejahteraan Masyarakat; Sulawesi.
Copyrights © 2025