Jumlah pendonor darah di Indonesia relatif rendah yaitu 250 ribu, hal ini tidak sebanding dengan populasi di Indonesia. Menunjukan kurangnya kesadaran pada pendonor darah sukarela di kalangan masyarakat. Pemaparan donor darah merupakan sarana penting untuk pola hidup sehat dan memiliki kontribusi yang penting bagi kesehatan. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat Kelurahan Bangetayu Wetan Kecamatan Genuk Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah. Pengetahuan masyarakat mengenai donor darah mampu berpengaruh terhadap sikap untuk kesediaan menjadi pendonor darah. Keterbatasan jumlah pendonor disebabkan pengetahuan yaitu manfaat pentingnya donor darah yang kurang dan tidak adanya informasi tentang donor darah. Metode yang dilakukan adalah dengan cara penyuluhan edukasi dan skrining pemeriksaan kesehatan. Untuk mengetahui peningkatan pengetahuan tentang edukasi donor darah melalui pre test dan post test. Skrining kesehatan masyarakat setelah sesi penyuluhan berakhir. Hasil penyuluhan terdapat peningkatan pemahaman peserta manfaat donor darah dibuktikan dengan peningkatan pengetahuan dari 84,58 point menjadi 90 point. Skrining kesehatan calon donor yaitu pada pemeriksaan tekanan darah terdapat normal 7 responden (28%), pre hipertensi 12 responden (48%), stage 1 hipertensi 1 responden (4%), dan stage 2 hipertensi 5 responden (20%). Pemeriksaan kadar Hemoglobin terdapat kadar hemoglobin yang normal (12.5-17.0 gr/dL) sebanyak 21 responden (84%), kemudian terdapat kadar Hemoglobin yang tidak normal (<12.5 gr/dL) sebanyak 4 responden (16%).
Copyrights © 2026