ABSTRAKKemampuan pemecahan masalah merupakan proses penting dalam kehidupan dan pendidikan, khususnya di bidang sains, yang melibatkan langkah-langkah sistematis untuk menemukan solusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis proyek sains terhadap kemampuan pemecahan masalah anak usia 5–6 tahun melalui kegiatan menanam tomat ceri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tipe non-equivalent control group design. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas dengan total 46 anak. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar checklist dan dokumentasi. Kemampuan pemecahan masalah diukur berdasarkan empat indikator, yaitu memahami masalah, merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi. Hasil analisis uji-t menunjukkan thitung = 2,713 > ttabel = 2,015 pada taraf signifikan 0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, pembelajaran berbasis proyek sains berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah pada anak usia 5–6 tahun di TK Negeri Pembina Tanjung Batu, dan dapat dijadikan rekomendasi secara konkret tentang model pembelajaran terutama yang menstimulasi dalam kegiatan yang bertujuan mengasah pemecahan masalah seperti kegiatan menanam.Kata Kunci: Pembelajaran berbasis proyek sains, pemecahan masalah, anak usia 5-6 tahunABSTRACTProblem-solving skills are an important process in life and education, especially in science, which involves systematic steps to find solutions. This study aims to determine the effect of science project-based learning on the problem-solving skills of 5-6 year old children through cherry tomato planting activities. The study used a quantitative approach with a non-equivalent control group design quasi-experimental design. The research subjects consisted of two classes with a total of 46 children. Data were collected through observation using a checklist and documentation. Problem-solving skills were measured based on four indicators, namely understanding the problem, planning, implementing, and evaluating. The results of the t-test analysis showed that tcount = 2.713 > ttable = 2.015 at a significance level of 0.05, so Ho was rejected and Ha was accepted. Thus, science project-based learning has a significant effect on problem-solving skills in 5-6-year-old children at the Pembina Tanjung Batu State Kindergarten, and can be used as a concrete recommendation for learning models, especially those that stimulate activities aimed at honing problem-solving skills, such as planting activities.Keywords: Science project-based learning, problem solving, 5-6 year old children
Copyrights © 2025