Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh neraca perdagangan dan suku bunga acuan terhadap stabilitas nilai tukar Rupiah. Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menerapkan metode Regresi Linier Berganda (OLS) dengan uji asumsi klasik terhadap data time series bulanan periode 2017–2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik secara parsial maupun simultan, neraca perdagangan dan suku bunga acuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap stabilitas nilai tukar Rupiah. Surplus neraca perdagangan berkontribusi melalui peningkatan pasokan valas, sedangkan kenaikan suku bunga acuan mendorong arus modal masuk sehingga memperkuat nilai tukar. Hasil ini sejalan dengan temuan Laili dan Wahyuningsih (2023), Fahmi (2023), serta Hakim (2023) yang menegaskan hubungan erat antara stabilitas makroekonomi dan kebijakan moneter. Selain itu, dinamika neraca perdagangan sebagaimana dikemukakan oleh Thirafi (2020) dan Ginting (2014) menunjukkan pentingnya sektor ekspor-impor dalam menjaga keseimbangan eksternal. Implikasi kebijakan dari temuan ini adalah perlunya sinergi antara kebijakan fiskal yang mendukung surplus perdagangan dan kebijakan moneter yang optimal dalam pengendalian suku bunga untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025