Kemampuan membaca pemahaman yang rendah pada siswa kelas empat menjadi pendorong dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana model pembelajaran kooperatif terpadu membaca dan menulis dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman dan proses belajar siswa kelas IV SDN 050/II Lubuk Landai. Penelitian ini berupa penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus pembelajaran, masing-masing siklus terdiri dari dua siklus yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Sebanyak 21 siswa kelas IV menjadi subjek penelitian ini. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi soal tes, observasi, dan dokumentasi. soal tes yang digunakan untuk mengukur peningkatan siswa, lembar observasi guru, berfungsi sebagai panduan bagi guru dalam mengamati proses pembelajaran dan lembar observasi siswa, berfungsi sebagai panduan dalam mengamati proses pembelajaran. Berdasarkan temuan penelitian, keterampilan membaca pemahaman dapat dipelajari secara lebih efektif dengan menggunakan paradigma pembelajaran kooperatif terpadu membaca dan menulis. Peningkatan observasi guru dari 65% pada siklus I dengan kategori Cukup menjadi 85% pada siklus II dengan kategori sangat baik menjadi bukti. Selain itu, pada siklus I, 60% lembar observasi siswa masuk ke dalam kategori cukup, sedangkan pada siklus II, 80% masuk ke dalam kategori baik. Menurut hasil soal tes siswa mengalami peningkatan pada siklus I, dengan 47,62% di antaranya masuk ke dalam kategori kurang. Namun pada siklus II, presentase siswa yang masuk ke dalam kategori baik meningkat menjadi 80,95%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas IV SDN 050/II Lubuk Landai dapat menguasai keterampilan membaca pemahaman secara lebih efektif dengan menggunakan pendekatan pembelajaran membaca dan menulis terpadu secara kooperatif
Copyrights © 2025