Penelitian ini menyelidiki pandangan otentik Generasi Z dalam merespons krisis sosial-ekologis kontemporer melalui ciptaan sastra mereka. Berpijak pada kerangka sosiologi sastra, studi ini menganalisis korpus unik yang terdiri dari 13 cerita pendek karya siswa SMA untuk Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) di Kabupaten Sumedang, Indonesia. Dengan menggunakan Strukturalisme Genetik Lucien Goldmann dan prinsip-prinsip Ekokritik, penelitian ini bertujuan untuk memetakan pandangan dunia kolektif yang diekspresikan oleh para penulis muda dalam cerita pendek, di antarannya: (1) Ekonomi, (2) Ekologi, (3) Ruang Privat (Keluarga/Gender), dan (4) Psikologis (Kesehatan Mental). Hasil penelitian menunjukkan dominasi krisis di ranah personal, konflik ruang privat dan kerapuhan psikologis teridentifikasi secara signifikan di 12 dari 13 cerpen. Hal ini mengindikasikan bahwa krisis makro (ekonomi dan ekologi) dirasakan dan diekspresikan paling mendesak melalui dampaknya di ranah personal. Penelitian ini juga mengungkap adanya interseksionalitas isu yang kuat, di mana krisis ekonomi seringkali berfungsi sebagai pemicu konflik keluarga dan trauma psikologis. Studi ini menyimpulkan bahwa narasi-narasi tersebut menggambarkan potret sosiologis vital, yang mengartikulasikan sebuah kesadaran generasional yang ditandai oleh kewaspadaan kritis, kerentanan, dan harapan pada agensi kolektif sebagai respons terhadap krisis sistemik di lingkungan sosial siswa sebagai generasi Z
Copyrights © 2025