Transformasi pendidikan di era digital telah menjadi fenomena global yang tak terelakkan. Kemajuan teknologi telah mengubah cara guru mengajar dan siswa belajar, menciptakan sistem pembelajaran yang lebih terbuka, fleksibel, dan kolaboratif. Kemunculan platform digital, kecerdasan buatan (AI), dan media pembelajaran interaktif telah membuka akses ke sumber pengetahuan yang tak terbatas. Namun, pergeseran ini juga menghadirkan tantangan baru, seperti ketimpangan digital antarwilayah, keterbatasan infrastruktur, dan rendahnya literasi teknologi di kalangan pendidik dan peserta didik. Dalam konteks ini, guru dituntut tidak hanya menguasai teknologi tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan etika digital kepada peserta didiknya. Sementara itu, peserta didik harus mengembangkan kebiasaan belajar mandiri dan keterampilan berpikir kritis agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta solusi. Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan transformasi digital dalam pendidikan tetap inklusif dan berkelanjutan. Era digital jangan dipandang sebagai ancaman bagi pendidikan, melainkan sebagai peluang besar untuk membentuk generasi pembelajar yang adaptif, kreatif, dan berdaya saing global. Pendidikan harus mampu memadukan kemajuan teknologi dengan nilai-nilai kemanusiaan agar tujuan utamanya—mencerahkan dan memberdayakan masyarakat—tetap utuh di tengah perubahan zaman.
Copyrights © 2025