Abstrak. Laboratorium teknik elektronika memiliki risiko tinggi terhadap kebakaran, kebocoran gas, dan paparan bahan berbahaya, sehingga memerlukan sistem pengawasan real-time yang andal. Penelitian ini mengembangkan prototipe sistem keamanan dan keselamatan laboratorium berbasis sensor dan Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan (AI) untuk deteksi dini dan respons otomatis di Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika FT UNM. Sistem menggunakan sensor api (flame sensor), sensor suhu (DS18B20), dan sensor gas karbon monoksida (MQ-7) yang terhubung ke mikrokontroler Arduino serta platform IoT. Data sensor diolah secara real-time melalui algoritma AI untuk prediksi bahaya, dilengkapi notifikasi push ke aplikasi mobile, aktivasi alarm, dan penguncian pintu solenoid otomatis. Metodologi mencakup studi literatur, analisis kebutuhan, desain sistem, pengembangan prototipe, pengujian skenario bahaya, serta evaluasi kuantitatif (akurasi deteksi, waktu respons) dan kualitatif (kepuasan pengguna). Hasil pengujian menunjukkan semua sensor berfungsi optimal (ON), data terbaca pada LCD 16x2, notifikasi diterima smartphone, dan sistem berhasil mendeteksi serta merespons ancaman secara akurat dan cepat. Prototipe ini meningkatkan keselamatan laboratorium secara signifikan, mendukung pengawasan jarak jauh, dan selaras dengan standar OSHA serta regulasi keselamatan nasional.Kata Kunci: Laboratorium, Kecerdasan Buatan (AI), Standar OSHA
Copyrights © 2025