Penelitian ini membahas puisi Derai-Derai Cemara karya Chairil Anwar dengan menggunakan pendekatan ekspresif untuk mengungkap perasaan dan emosi pengarang di balik teks puisi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis teks dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Chairil Anwar mengekspresikan perasaan sedih, pasrah, dan teguh melalui diksi dan citraan alam yang melambangkan kefanaan hidup. Ungkapan seperti “merapuh,” “menyerah,” dan “hidup hanya menunda kekalahan” mencerminkan kesadaran Chairil terhadap kematian dan perjuangan batinnya menghadapi kehidupan. Puisi ini bukan hanya karya sastra yang indah, tetapi juga menjadi media pengungkapan emosi terdalam pengarang yang penuh makna kemanusiaan.
Copyrights © 2025