Ritual Bhuta Yadnya, yang terwujud dalam praktik caru dan sesajen, merupakan pilar penting dalam kehidupan spiritual masyarakat Hindu Bali. Namun, pemahaman terhadap landasan filosofisnya sering kali tersebar dalam berbagai kajian. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan literatur yang komprehensif guna mensintesis dan menganalisis konsep keseimbangan yang menjadi dasar filosofis dari praktik Bhuta Yadnya. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan (library research), sebanyak 20 artikel ilmiah yang relevan dianalisis secara tematik. Hasil analisis menunjukkan bahwa landasan utama praktik caru dan sesajen adalah implementasi dari ajaran Tri Hita Karana, yang bertujuan menjaga keharmonisan antara manusia dengan Tuhan (Parhyangan), sesama manusia (Pawongan), dan alam lingkungan (Palemahan). Literatur yang ada juga mengidentifikasi bahwa ritual ini memiliki kekayaan simbolis dalam setiap elemennya dan menjalankan spektrum fungsi yang luas, meliputi aspek religius, sosial, ekologis, ekonomi, dan sebagai penanda identitas budaya. Tinjauan ini menyimpulkan bahwa Bhuta Yadnya bukanlah sekadar tradisi, melainkan sebuah sistem filosofis yang kompleks dan dinamis untuk menjaga keseimbangan kosmis.
Copyrights © 2025