Pondok Pesantren Tahfidz Nuruz Zahro’ masih belum memenuhi standar program pondok yang efektif, salah satunya ditunjukkan dengan belum digunakannya bahasa Arab sebagai basis pembelajaran. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) masih konvensional (Calistum) dan kurang mengikuti perkembangan IPTEK. Hasil yang diharapkan dalam pelaksanaan pengabdian ini adalah terwujudnya SDM santri yang berkualitas sehingga mereka dapat mengembangkan dan menggunakan bahasa Arab setara dengan pondok modern. Pendampingan santri melalui program Muhadatsah Usbu’iyah diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab di Pondok Pesantren Tahfidz Nuruz Zahro’ Jember. Strategi pemberdayaan yang digunakan adalah pendekatan ABCD (Asset Based Community Development) yang berupaya mengembangkan komunitas berbasis aset (potensi). Ada lima aset dalam ABCD, yaitu: aset individu, asosiasi, institusi, fisik atau materi, dan koneksi atau jaringan komunikasi yang luas. Diharapkan pendekatan ini mampu mendongkrak penguasaan kosa kata bahasa Arab para santri Pondok Pesantren Tahfidz Nuruz Zahro’ Jember. Hasil pengabdian di komunitas santri Pondok Pesantren Tahfidz Nuruz Zahro’ menunjukkan bahwa pengembangan kualitas SDM santri berjalan optimal dalam mengenal mufrodat (kosa kata), optimal dalam mengucapkan makhrojul huruf Arab dengan benar, dan maksimal dalam mengubah isim dhomir sesuai penggunaannya (untuk pembedaan laki-laki dan perempuan).
Copyrights © 2025