Film merupakan media audio-visual yang tidak hanya menyajikan cerita secara visual dan suara, tetapi juga menyampaikan pesan sosial, budaya, dan edukasi. Penulisan skenario menjadi fondasi penting dalam membangun kedalaman cerita dan menyampaikan pesan tersebut, dengan struktur tiga babak sebagai metode utama dalam mengatur alur cerita secara logis dan efektif. Film Lisan mengangkat kisah Lani, seorang remaja yang mengalami trauma dan konflik batin akibat kehilangan ibu dan hubungan keluarga yang rumit. Dalam pengembangan narasi, penulis menerapkan teknik plot twist berupa false protagonist untuk menciptakan kejutan dan memperkuat dinamika cerita. Melalui teknik ini, fokus cerita bergeser dari Lani ke karakter Aldi, yang awalnya tampak positif namun kemudian menunjukkan sisi gelapnya. Penggunaan false protagonist pada adegan awal memperkuat keterlibatan emosional penonton dan memperdalam tema trauma serta hubungan antarmanusia dalam film. Dengan demikian, struktur skenario dan teknik naratif yang diterapkan berperan penting dalam menguatkan pengalaman sinematik dan makna cerita.
Copyrights © 2025