Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa jauh digitalisasi mampu menyerap tenaga kerja perempuan di perkotaan dan seberapa kuat faktor-faktor klasik dapat menghambat perempuan untuk bekerja. Kasus perempuan perkotaan yang menjadi contoh penelitian adalah perempuan perkotaan yang berdomisili di Kota Makassar. Sampel penelitian adalah perempuan yang tergolong angkatan kerja yang beekerja selama 5 tahun terakhir di sektor informal. Ada dua jenis data, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara, yaitu melakukan wawancara mendalam dengan pekerja perempuan pelaku digital (UMKM online, pekerja gig economy, freelancer digital) dan observasi partisipatif, di ruang-ruang kerja digital di perkotaan (co-working space, marketplace). Data sekunder yang digunakan untuk pengembangan analisis adalah data statistik ketenagakerjaan dari BPS (SP, Supas, dan Sakernas)) dan artikel jurnal serta laporan penelitian perempuan dan ekonomi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi membuka peluang luas bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam pasar kerja melalui sektor-sektor baru seperti ekonomi kreatif, e-commerce, dan pekerjaan berbasis platform. Fleksibilitas waktu, kemudahan akses teknologi, dan kesempatan berwirausaha menjadi penyebab utama meningkatnya partisipasi kerja perempuan di ranah digital.
Copyrights © 2025