Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki wilayah pesisir yang sangat luas, dengan ekosistem beragam seperti mangrove, terumbu karang, dan pantai berpasir. Wilayah pesisir ini penting untuk sektor perikanan, pertanian pesisir, dan pariwisata, namun menghadapi ancaman besar akibat alih fungsi lahan, urbanisasi, dan kerusakan ekosistem. Penelitian ini fokus pada pesisir Medang Kampai, Kota Dumai, yang memiliki ekosistem mangrove dan pantai yang luas. Penurunan kualitas udara, perubahan iklim, kerusakan mangrove, erosi pantai, dan kualitas tanah yang buruk mempengaruhi sektor ekonomi masyarakat pesisir, terutama perikanan dan pariwisata. Peningkatan suhu dan perubahan pola cuaca menyebabkan dampak negatif pada kehidupan nelayan, di mana penurunan hasil tangkapan ikan dan kerusakan terumbu karang serta mangrove semakin mengancam kesejahteraan sosial ekonomi mereka. Penelitian ini menggunakan metode survei dan studi literatur dengan analisis kualitatif untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi lingkungan pesisir dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan pesisir yang terus berlanjut menyebabkan penurunan hasil tangkapan nelayan, peningkatan bencana alam seperti abrasi dan banjir rob, serta dampak sosial ekonomi yang lebih besar. Oleh karena itu, pengelolaan pesisir yang berkelanjutan dan konservasi mangrove sangat penting untuk melindungi ekosistem dan mendukung kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat pesisir.
Copyrights © 2025