Pustaha Laklak merupakan naskah kuno khas masyarakat Batak yang ditulis di atas kulit kayu dan berfungsi sebagai media penyimpanan pengetahuan tradisional, khususnya dalam bidang pengobatan, ramalan, dan kosmologi. Namun pada masa kini, jumlah ahli yang mampu membaca dan memahami pustaha sudah sangat langka. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab terputusnya rantai pewarisan pengetahuan Pustaha Laklak. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan historis dan sosio-kultural melalui studi pustaka dan analisis sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setidaknya terdapat empat faktor utama yang menyebabkan tidak berlanjutnya pewarisan pustaha, yakni: (1) sifat esoteris pustaha yang hanya diwariskan secara terbatas kepada datu tertentu, (2) masuknya misionaris Jerman (zending) yang menolak tradisi pustaha sebagai praktik kekafiran, (3) pergeseran sistem pendidikan dari aksara Batak ke alfabet Latin yang melemahkan tradisi literasi lokal, serta (4) perubahan sosial akibat modernisasi dan diaspora pustaha ke luar negeri. Penelitian ini menegaskan urgensi pelestarian pustaha sebagai warisan budaya tak benda, sekaligus mendorong perlunya digitalisasi, transliterasi, dan revitalisasi literasi Batak sebagai upaya menjaga kesinambungan pengetahuan lokal.
Copyrights © 2025