Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pelayanan pendidikan di SMP Negeri 35 Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru, dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk menggali secara mendalam manajemen pelayanan, penguatan kompetensi guru, pemanfaatan teknologi, dan keterlibatan masyarakat. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen sekolah berjalan cukup baik dengan perencanaan partisipatif, meskipun keterbatasan dana masih menjadi kendala utama. Penguatan kompetensi guru melalui pelatihan internal dan inisiatif belajar mandiri meningkatkan kreativitas pembelajaran, sementara pemanfaatan teknologi meski terbatas jaringan, tetap mendukung inovasi pembelajaran. Dukungan masyarakat juga berperan signifikan melalui kontribusi moral, material, dan gotong royong. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antar-stakeholder dan optimalisasi sumber daya untuk mewujudkan pelayanan pendidikan yang efektif, inovatif, dan berkelanjutan di daerah terpencil.
Copyrights © 2025