Sejak dini, berbicara menjadi sarana penting bagi anak untuk mengekspresikan diri dan berkembang. Penelitian ini menyoroti praktik guru dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar guna mengasah kemampuan berbicara anak di Taman Kanak-Kanak penggerak. Pendekatan yang digunakan ialah kualitatif deskriptif dengan acuan teori Miles dan Huberman melalui empat tahap analisis yaitu: pengumpulan, penyederhanaan, penyajian data, serta penarikan makna. Hasilnya menunjukkan penerapan kegiatan pembiasaan bercerita seperti program ABCD (aku berani cerita di depan) dan banyak media yang dipakai untuk mampu menumbuhkan keterampilan anak berbicara.
Copyrights © 2025