Studi ini mengkaji kegagalan strategi komunikasi krisis yang dilakukan oleh pemerintahan Boris Johnson dalam skandal "Partygate" yang muncul akibat pelanggaran aturan karantina wilayah COVID-19 oleh pejabat negara, termasuk perdana menteri sendiri. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, mengkaji liputan BBC News dan wawancara dengan para pakar komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons pemerintah yang lambat, tidak konsisten, dan tidak transparan memperparah krisis kepercayaan publik. Studi ini merekomendasikan pentingnya komunikasi krisis yang berbasis pada transparansi, respons cepat, dan konsistensi narasi dalam menghadapi situasi politik yang kritis.
Copyrights © 2025