Penelitian ini dilakukan untuk membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajar passing bawah bola voli melalui penerapan Flipped Classroom pada siswa kelas X SMAN Taruna Nala. Penelitian ini menggunakan dua siklus dengan tiga pertemuan pada setiap siklusnya. Model Flipped Classroom menggabungkan pembelajaran daring melalui Google Classroom dengan pertemuan tatap muka, membantu siswa dalam mempelajari materi di rumah sebelum pelaksanaan pembelajaran di kelas. Hasilnya, terdapat peningkatan pada hasil belajar yang diukur melalui nilai ketuntasan belajar siswa. Pada tahap awal (pre-test), hanya 19% siswa yang mendapatkan nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM ≥ 75). Setelah siklus I, jumlah siswa yang tuntas meningkat menjadi 46%, dan pada siklus II mencapai 85%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa model Flipped Classroom dapat membantu siswa memahami materi lebih baik sebelum praktik, meningkatkan keterampilan motorik, dan mendorong partisipasi aktif dalam pembelajaran. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa model Flipped Classroom layak diterapkan sebagai alternatif pembelajaran PJOK dalam Kurikulum Merdeka karena dapat meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan, dan kemandirian belajar siswa
Copyrights © 2024