Latar Belakang: Diare masih menjadi salah satu penyakit infeksi utama pada anak usia sekolah di Indonesia, dengan transmisi utama melalui rute fekal-oral yang dipermudah oleh praktik higiene tangan yang buruk. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan intervensi sederhana namun terbukti efektif dalam mencegah diare, namun pemahaman dan penerapannya di sekolah dasar masih belum optimal. Metode: Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan interaktif yang dikombinasikan dengan pre-test dan post-test pada 30 siswa kelas V di UPT SPF SD Negeri Melayu, Makassar. Materi disampaikan menggunakan media visual (video, poster, LCD), diikuti sesi demonstrasi dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan tingkat pemahaman sebelum dan sesudah intervensi.Hasil: Pemahaman siswa mengenai pencegahan diare, PHBS, dan CTPS meningkat signifikan dari rata-rata 71% menjadi 89%. Peningkatan tertinggi terjadi pada pemahaman PHBS dan CTPS, masing-masing dari 70% menjadi 90%. Kesimpulan: Penyuluhan berbasis partisipasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang PHBS dan CTPS. Namun, untuk mencapai perubahan perilaku berkelanjutan, diperlukan ketersediaan fasilitas sanitasi memadai, monitoring terjadwal oleh sekolah, keterlibatan orang tua, serta evaluasi jangka panjang pasca intervensi.
Copyrights © 2025