Kecemasan merupakan salah satu gangguan mental yang paling umum dialami manusia di era modern, ditandai oleh ketidakpastian hidup, tekanan sosial, serta tantangan eksistensial yang kompleks. Studi ini bertujuan untuk menelaah pengharapan Kristen dalam menghadapi kecemasan melalui pendekatan eksegesis terhadap Filipi 4:6–7, sebuah teks yang ditulis oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi yang tengah mengalami tekanan dan kekhawatiran. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan analisis eksegetikal terhadap teks Alkitab, dikaitkan dengan pemahaman gangguan kecemasan dari perspektif psikologi modern. Hasil studi menunjukkan bahwa Paulus tidak hanya menawarkan larangan untuk tidak khawatir, tetapi memberikan solusi spiritual yang konkret melalui praktik doa, permohonan, dan ucapan syukur. Janji akan damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal menjadi inti dari pengharapan Kristen yang tetap relevan untuk menjawab kebutuhan spiritual manusia modern. Temuan ini menyiratkan bahwa iman Kristen dapat menjadi sumber kekuatan dan ketenangan dalam menghadapi kecemasan, serta memberikan kontribusi terhadap pendekatan holistik dalam penanganan gangguan kecemasan yang melibatkan dimensi spiritual.
Copyrights © 2025