Era digital dan kemajuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK). Guru PAK dituntut untuk mampu mengintegrasikan teknologi tanpa kehilangan fungsi utama sebagai pembimbing iman dan pembentuk karakter Kristiani. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis peluang serta tantangan yang dihadapi oleh guru PAK dalam konteks digitalisasi pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (library research), yang menganalisis berbagai sumber ilmiah seperti artikel jurnal, buku referensi, dan publikasi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa era digital membuka peluang besar bagi guru PAK, seperti akses terhadap sumber ajar digital, media pembelajaran interaktif, serta penggunaan AI dalam penguatan proses belajar. Namun demikian, guru PAK juga menghadapi tantangan serius, seperti keterbatasan literasi digital, tantangan pedagogis, hingga risiko degradasi relasi spiritual. Oleh karena itu, diperlukan strategi adaptasi yang mencakup peningkatan kompetensi digital, penguatan spiritualitas, pengembangan kurikulum kontekstual, dan pembangunan komunitas profesional guru. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas guru secara holistik agar Pendidikan Agama Kristen tetap relevan dan transformatif di tengah arus digitalisasi.Kata Kunci: Pendidikan Agama Kristen, Guru PAK, Era Digital, Kecerdasan Buatan, Literasi Digital, Strategi Adaptasi
Copyrights © 2025