Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi pisang nasional mencapai 1.819,96 juta ton per tahun pada tahun 2024. Hal ini mendorong petani pisang untuk meningkatkan produksi. Pisang hasil pertanian umumnya dipanen dalam keadaan mentah. Proses pematangan memerlukan waktu 4-6 hari. Proses pendinginan ini dapat dipercepat dengan menyemprot pisang menggunakan etefon cair saat pematangan. Beberapa kelemahan pisang yang dimatangkan menggunakan etefon cair adalah kualitasnya kurang baik, aroma buah menjadi kurang menyengat, lebih cepat terjadi pencoklatan dan buah mudah rontok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pemeraman dengan etefon terhadap kadar vitamin C pada pisang Ambon. Penentuan kadar vitamin C dilakukan dengan metode titrasi iodimetri. Pisang ambon (Musa paradisiacal) yang digunakan dalam penelitian ini adalah pisang mentah dengan lama pemeraman 1, 2, 3, 4 hari dan pisang matang alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan vitamin C pada pisang matang alami lebih tinggi 0,007% dibandingkan dengan pisang yang menggunakan ethephon cair.
Copyrights © 2025