Produk darah merupakan komponen penting dalam terapi transfusi, sehingga kegagalan produk dapat menyebabkan keterlambatan atau pembatalan transfusi dan membahayakan pasien. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab kegagalan produk darah dalam proses di Unit Transfusi Darah. Desain penelitian menggunakan studi kasus dengan analisis data sekunder dari Simdondar periode Januari–Oktober 2024. Parameter yang dianalisis meliputi lipemik, hemolisis, volume darah, hematokrit, hemoglobin, kontaminasi bakteri, kesalahan labeling, kerusakan produk, dan kesalahan penyimpanan. Dari total 19.740 kantong darah, ditemukan kegagalan akibat lipemik sebesar 0,041% dan hemolisis 0,025%, sementara parameter lainnya tidak menunjukkan kegagalan. Penelitian menyimpulkan bahwa lipemik merupakan penyebab utama kegagalan produk darah, sedangkan hemolisis berkaitan dengan kerusakan mekanik selama pengolahan dan penyimpanan. Pengawasan mutu yang ketat dan penerapan penyimpanan sesuai standar diperlukan untuk mencegah lipemik dan meminimalkan hemolisis.
Copyrights © 2025