Di era digital, sangat sulit untuk membentuk kesadaran historis dan karakter bangsa karena rendahnya motivasi siswa untuk belajar sejarah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan komponen internal dan eksternal yang memengaruhi rendahnya keinginan mahasiswa Program Studi Tadris IPS UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk belajar sejarah. Persepsi, pengalaman, dan makna belajar mahasiswa tentang mata kuliah sejarah dipelajari melalui pendekatan kualitatif yang dirancang sebagai studi kasus. Informasi dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan sejumlah mahasiswa yang menunjukkan tanda-tanda tidak tertarik atau tidak terlibat dalam perkuliahan sejarah. Wawancara dilakukan secara semi terstruktur agar peneliti dapat menggali pandangan informan secara mendalam, kemudian data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan verifikasi dengan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya motivasi belajar sejarah disebabkan oleh persepsi negatif terhadap mata kuliah sejarah, metode pembelajaran yang monoton, serta kurangnya relevansi materi dengan kehidupan mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran sejarah perlu dirancang lebih interaktif dan kontekstual agar mampu meningkatkan motivasi dan keterlibatan mahasiswa. Kontribusi penelitian ini terletak pada perluasan pemahaman teoritis mengenai motivasi belajar sejarah serta rekomendasi praktis bagi pendidik untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih reflektif dan adaptif terhadap kebutuhan generasi digital.
Copyrights © 2025