Penelitian ini menganalisis literasi politik Generasi Z Indonesia dalam perspektif komunikasi politik digital dengan menggunakan Teori Masyarakat Jaringan Manuel Castells sebagai kerangka analisis utama. Generasi Z yang menyumbang 27,94 persen dari populasi Indonesia dan mencakup 22,85 persen Daftar Pemilih Tetap pada Pemilu 2024 merepresentasikan kekuatan elektoral signifikan dengan potensi mengubah lanskap politik nasional. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan, menggunakan sumber data primer dari buku teks ilmiah, artikel jurnal peer-reviewed, dan dokumen resmi yang dipublikasikan dalam kurun 2020-2024, dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi politik Generasi Z terbentuk melalui tiga dimensi kunci masyarakat jaringan: space of flows yang memungkinkan informasi politik bersirkulasi bebas melintasi batas geografis melalui platform digital, timeless time yang memfasilitasi partisipasi politik real-time tanpa hambatan temporal, dan mass self-communication yang mendemokratisasikan kapasitas komunikasi sehingga setiap individu dapat menjadi produsen sekaligus konsumen informasi politik tanpa mediasi institusi tradisional. Namun, di balik potensi transformatif ini terdapat tantangan struktural berupa information overload yang mempersulit kurasi informasi kredibel, algoritma media sosial yang menciptakan echo chamber dan polarisasi politik, serta proliferasi disinformasi yang menyebar lebih cepat dari klarifikasi faktual. Penelitian menyimpulkan bahwa pengembangan literasi politik Generasi Z memerlukan pendekatan multi-dimensi yang mengintegrasikan literasi kognitif untuk analisis kritis, literasi teknis untuk verifikasi fakta, dan literasi etis untuk komunikasi politik bertanggung jawab, serta strategi menjembatani kesenjangan antara aktivisme digital dengan partisipasi politik konvensional agar potensi demografis dan digital Generasi Z dapat dioptimalkan untuk penguatan kualitas demokrasi partisipatif Indonesia di era digital.
Copyrights © 2024