Inflamasi kronis berkontribusi pada berbagai penyakit degeneratif, sehingga diperlukan terapi alternatif berbasis antioksidan alami. Buah delima (Punica granatum) kaya akan polifenol, flavonoid, dan tanin yang memiliki potensi antioksidan dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh jus buah delima terhadap kadar malondialdehid (MDA) sebagai penanda stres oksidatif pada tikus Wistar jantan yang diinduksi Complete Freund’s Adjuvant (CFA). Penelitian eksperimental menggunakan rancangan post-test only control group design dengan empat kelompok: kontrol negatif (K–), kontrol positif (K+), serta dua kelompok perlakuan (P1: 16,7% jus delima; P2: 33,3% jus delima). Jus diberikan secara oral selama 28 hari. Analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk dan Levene untuk uji normalitas dan homogenitas, dilanjutkan dengan ANOVA satu arah dan uji post hoc LSD atau uji non-parametrik Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney U jika data tidak normal. Hasil menunjukkan bahwa kadar MDA tertinggi terjadi pada K+, sedangkan P1 dan P2 mengalami penurunan signifikan (p<0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa jus delima efektif menurunkan stres oksidatif melalui penghambatan peroksidasi lipid, mendukung potensinya sebagai agen terapeutik alami dalam manajemen inflamasi.
Copyrights © 2026