p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Mohammad Fathul Qorib
Universitas Airlangga

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Jus Buah Delima (Punica granatum) sebagai Agen Antioksidan pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Larutan Complete Freund’s Adjuvant (CFA) melalui Jalur Penurunan Kadar Malondialdehid (MDA) Shayla Kokomi Rishardy; Nurmawati Fatimah; Gadis Meinar Sari; Mohammad Fathul Qorib
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51842

Abstract

Inflamasi kronis berkontribusi pada berbagai penyakit degeneratif, sehingga diperlukan terapi alternatif berbasis antioksidan alami. Buah delima (Punica granatum) kaya akan polifenol, flavonoid, dan tanin yang memiliki potensi antioksidan dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh jus buah delima terhadap kadar malondialdehid (MDA) sebagai penanda stres oksidatif pada tikus Wistar jantan yang diinduksi Complete Freund’s Adjuvant (CFA). Penelitian eksperimental menggunakan rancangan post-test only control group design dengan empat kelompok: kontrol negatif (K–), kontrol positif (K+), serta dua kelompok perlakuan (P1: 16,7% jus delima; P2: 33,3% jus delima). Jus diberikan secara oral selama 28 hari. Analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk dan Levene untuk uji normalitas dan homogenitas, dilanjutkan dengan ANOVA satu arah dan uji post hoc LSD atau uji non-parametrik Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney U jika data tidak normal. Hasil menunjukkan bahwa kadar MDA tertinggi terjadi pada K+, sedangkan P1 dan P2 mengalami penurunan signifikan (p<0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa jus delima efektif menurunkan stres oksidatif melalui penghambatan peroksidasi lipid, mendukung potensinya sebagai agen terapeutik alami dalam manajemen inflamasi.
Pengaruh Jus Buah Delima (Punica granatum) sebagai Agen Anti-inflmasi pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Larutan Complete Freund’s Adjuvant (CFA) melalui Jalur Penurunan Kadar Sitokin Pro-inflamasi TNF-α Muhammad Axel Arsyad; Nurmawati Fatimah; Gadis Meinar Sari; Mohammad Fathul Qorib
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52488

Abstract

Reaksi alami tubuh terhadap kerusakan atau penyakit adalah peradangan, yang ditandai dengan peningkatan mediator pro-inflamasi seperti TNF-α. Karena Complete Freund's Adjuvant (CFA) dapat menimbulkan peradangan kronis dan respons imunologis seluler, zat ini sering digunakan sebagai model induksi peradangan. Punicalagin, asam ellagic, dan flavonoid yang terdapat dalam buah delima (Punica granatum) memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang dapat mengurangi respons inflamasi. Dalam eksperimen laboratorium ini, digunakan lima kelompok tikus jantan putih (Rattus norvegicus) dengan desain kelompok kontrol pasca-tes saja. Kelompok-kelompok tersebut meliputi kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif (CFA), kelompok vitamin C, dan dua kelompok perlakuan yang menerima dosis oral jus delima yang bervariasi selama 28 hari. Jus delima secara signifikan (p<0.05) menurunkan kadar TNF-α pada tikus yang diinduksi CFA dibandingkan dengan kelompok kontrol positif, dengan penurunan terbesar terjadi pada dosis tertinggi, menurut data. Oleh karena itu, telah dibuktikan bahwa jus delima memiliki sifat antiinflamasi dengan menurunkan kadar sitokin pro-inflamasi TNF-α.