Pengajaran apresiasi drama dan membaca ekspresif merupakan bagian krusial dalam pendidikan bahasa dan sastra untuk mengembangkan pemahaman mendalam serta keterampilan interpretasi peserta didik. Fenomena kurangnya pemahaman terhadap struktur dan esensi naskah drama sering menjadi kendala, yang diperburuk dengan miskonsepsi mengenai batas antara teks dramatik dan manifestasi pementasannya. Paper ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif konsep apresiasi drama dan membaca ekspresif dengan fokus pada tiga sub-materi utama: metode efektif membaca naskah drama secara kritis dan imajinatif; analisis mendalam terhadap unsur intrinsik naskah drama yang mencakup tema, tokoh, alur, latar, dialog, dan amanat sebagai fondasi pemahaman teks; serta mengidentifikasi dan menjelaskan secara jernih perbedaan antara drama sebagai teks sastra dan teater sebagai seni pertunjukan. Melalui kajian literatur dan deskriptif-analitis, hasil kajian ini menunjukkan bahwa pemahaman sistematis atas ketiga aspek tersebut adalah prasyarat untuk membaca ekspresif yang autentik dan apresiasi drama yang utuh. Kemampuan membaca ekspresif yang baik tidak hanya bergantung pada intonasi dan mimik, tetapi didasari oleh pemahaman yang kokoh atas struktur batin naskah (unsur intrinsik) dan kesadaran akan karakteristik unik drama yang membedakannya dari teater. Dengan demikian, paper ini memberikan landasan teoretis dan praktis bagi pengajar dan pembelajar untuk meningkatkan kualitas apresiasi drama dan keterampilan membaca naskah secara ekspresif
Copyrights © 2025