Abstrak. Peserta didik di tingkat SMK dituntut agar memiliki keterampilan dan kecakapan baik hardskill maupun softskill yang nantinya akan dipakai untuk bekal ketika mencari pekerjaan. Apabila kurangnya rasa percaya diri pada peserta didik tidak sejak awal segera dientaskan, maka dapat menghambat peserta didik dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya sehingga peserta didik mengalami kesulitan dalam memasuki dunia kerja. Kurangnya rasa percaya diri banyak dialami oleh peserta didik SMK Negeri 1 Wonogiri. Hasil observasi dan angket SMK Negeri 1 Wonogiri banyak faktor yang mempengaruhi peserta didik merasa kurang percaya diri, antara lain : faktor fisik, latar belakang keluarga yang kurang harmonis, ekonomi keluarga, kemampuan berpikir peserta didik di bawah rata-rata, pemilihan jurusan yang tidak sesuai, kurangnya pengetahuan, terlalu memikirkan omongan orang lain, dll. Adapun tujuan penelitian ini adalah meningkatkan percaya diri peserta didik melalui konseling kelompok pendekatan realita dengan teknik WDEP bagi peserta didik kelas XI OTKP1 Semester 1 Tahun Pelajaran 2022/2023.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling (PTBK). Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan data yang akurat yang dapat mendeskripiskan kurangnya rasa percaya diri perserta didik. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI OTKP1 SMKN 1 Wonogiri. Pengumpulan data meggunakan observasi, angket dan pembuktian melalui data pribadi peserta didik. Tahapan penelitian ini menggunakan tahapan PTBK yang mencakup beberapa siklus yang didalamnya terdapat perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Untuk mengukur validitas menggunakan korelasi product moment sedangkan reliabilitas menggunakan koefisien Cronbach’s Alpha dan analisis data menggunakan analisis t-test. Subjek penelitian ini sebanyak 6 peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian diketahui semua subyek penelitian berhasil mengalami peningkatan skor pada angket peningkatan kepercayaan diri peserta didik secara signifikan dari siklus 1 ke siklus 2. Dari 6 peserta didik dengan tingkat kepercayaan diri yang rendah, setelah mengikuti siklus 1 telah diperoleh hasil bahwa terdapat 83% (lima peserta didik) berada pada kategori kurang percaya diri dan 17 % (satu peserta didik) berada pada kategori cukup. Selanjutnya pada siklus 2 diketahui terdapat kenaikan yaitu 50% atau sebanyak (tiga peserta didik) berada pada kategori Baik dan 50% (tiga peserta didik) berada pada kategori cukup.
Copyrights © 2025