Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana perempuan direpresentasikan dalam tradisi gowok, sebagaimana digambarkan dalam film Gowok: Kamasutra Jawa. Tradisi gowok, yang dalam beberapa sumber sastra dipandang sebagai ritual bimbingan bagi laki-laki muda menuju kedewasaan, seringkali dipahami dari perspektif budaya Jawa yang menempatkan perempuan pada posisi spesifik terkait peran, fisik, dan dinamika kekuasaan mereka. Dengan menggunakan metode kualitatif dan analisis representasional, penelitian ini mengkaji bagaimana film tersebut membentuk citra perempuan dalam konteks tradisional ini melalui cerita, karakter, simbol budaya, dan relasi gender yang digambarkan. Data dikumpulkan melalui observasi film dan tinjauan pustaka tentang budaya Jawa, tradisi gowok, dan teori feminis. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa film tersebut mengkonstruksi perempuan sebagai figur yang berpengetahuan dan berpengaruh dalam upacara kedewasaan, tetapi sekaligus menempatkan mereka dalam kerangka yang masih dipengaruhi oleh nilai-nilai patriarki. Representasi perempuan dalam film tersebut menampilkan dualitas: perempuan digambarkan memiliki kekuatan simbolis dalam tradisi, namun tetap dibatasi oleh struktur budaya yang menempatkan laki-laki sebagai pusat proses pendewasaan. Studi ini menekankan bahwa film memainkan peran penting dalam membentuk pandangan masyarakat tentang posisi perempuan dalam tradisi lokal dan mendorong dialog mengenai hubungan gender dalam budaya Jawa.
Copyrights © 2025